Selamat Datang Di Ruang Belajar Binary.me / Deriv.com - Di Sini Anda akan mendapatkan semua Tips dan Trik Menang Forex Binary - Deriv dari A sampai Z. Puaskan Keinginan Belajar Anda dan Bersiaplah untuk Meraih Mimpi mendapatkan Kebebasan Financial Yang Tidak Terbatas... !!!


 


Tampilkan postingan dengan label umum dan lainnya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label umum dan lainnya. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 September 2015

Menentukan Target Take Profit

Jika Anda punya posisi dalam trading dan kebetulan Anda memonitor, kalau ternyata dalam keadaan profit mungkin sekali Anda  akan menghitung dulu berapa pip yang Anda peroleh sebelum mengambil keputusan untuk closing. Itu jika Anda tidak menerapkan profit taking plan, dan keputusan take profit hanya berdasarkan emosi.
Dalam artikel ini akan diberikan contoh bagaimana trading dengan price action memberikan potensi profit yang lumayan, serta cara mengamankan posisi yang sudah profit dan  masih open.
Take profit berdasarkan emosi dan take profit berdasarkan logika
Dalam kenyataannya, banyak trader yang take profit hanya karena tekanan emosional, tidak menuruti exit target yang telah disepakati sebelumnya dalam trading plan, atau bahkan mungkin tanpa target dan tidak terencana. Akibatnya take profit yang dihasilkan karena emosi jauh lebih kecil dari yang seharusnya bisa diperoleh, disamping seringnya merasa ragu dan kadang panik ketika pergerakan harga berbalik arah. Sebaliknya trader yang disiplin menerapkan trading plan dengan exit target yang terencana mendapatkan profit sesuai dengan risk / reward ratio yang telah ditetapkan, tanpa keraguan atau panik.
GBP/USD daily pada gambar berikut mencontohkan bagaimana seorang trader yang ragu atau mungkin segan take profit ketika pergerakan harga telah mencapai area puncaknya, dan mengabaikan petunjuk indikator moving average hingga profit yang seharusnya bisa diperoleh benar-benar hangus.
Kalaupun nantinya harga akan kembali naik itu masalah lain lagi, karena secara logika dilihat dari posisi opennya, trader tersebut seharusnya sudah bisa take profit atau mengunci profit (dengan menggeser stop loss level / trailing stop loss) pada risk/reward ratio 1:2 atau 1:3 di area (2).

Banyak trader yang exit secara manual karena pergerakan harga mulai melawan posisinya, tetapi kemudian berbalik lagi setelah eksekusi exit dilakukan, atau exit pada breakeven karena melihat gelagat harga yang akan berbalik, tetapi ternyata tidak. Trader tersebut berfikir seolah mereka tahu apa yang akan terjadi pada pergerakan harga di pasar.
Baiklah, sebenarnya tak seorangpun tahu dan bisa memastikan pergerakan harga pasar, tak terkecuali para profesional trader yang paling top. Yang perlu dan penting kita lakukan adalah percaya sepenuhnya pada trading plan kita, dan risk / reward ratio yang telah kita sepakati. Biarlah pasar menentukan pergerakannya sendiri, kita sikapi dan siasati lewat strategi trading dan money management yang benar-benar telah teruji. Kita harus selalu meningkatkan kemampuan dalam membaca probabilitas pergerakan harga dalam kondisi pasar yang berbeda-beda. Jika kita mempermainkan pasar dengan sering buka posisi hingga overtrade, atau trading dengan asal-asalan, cepat atau lambat account kita akan sirna tidak peduli strategi take profit apapun yang kita terapkan.
Take profit pada kondisi pasar trending
Jika kondisi pasar sedang trending dengan kuat, kita bisa meraup profit yang sangat signifikan dengan menggeser stop loss (trailing stop).
Contoh berikut AUD/USD daily dengan indikator ema 8 daily dan ema 21 daily sebagai support level dengan kondisi pasar uptrend.

Take profit pada kondisi pasar ranging (sideway)
Pasar yang sideway ditandai dengan batas-batas range atas dan bawah. Kita menentukan level entry dan exit dengan formasi pin bar yang terbentuk pada batas-batas range tersebut. Sebagai contoh, perhatikan chart GBP/USD daily berikut:


Take profit pada risk / reward ratio 1:2, 1:3, atau sebaiknya dengan trailing stop ?

Walaupun sebenarnya tak seorangpun tahu apa yang akan terjadi pada pergerakan harga pasar, dari berbagai metode yang telah teruji, secara umum bila kondisi pasar sedang trending dengan sangat kuat, maka menerapkan trailing stop adalah strategi yang paling tepat guna meraup big profit. Stop loss kita geser mula-mula pada titik 1:2, kemudian 1:3, dan jika kondisi pasar masih memungkinkan tidak ada salahnya untuk ditingkatkan lagi.

Rabu, 12 Agustus 2015

Pola Hammer Dalam Trading Forex

Ketika kita ingin mengetahui kapan harga mulai berbalik arah dan bagaimana cara mengidentifikasi bergantinya tren, hammer merupakan faktor penting dalam menentukan pembalikan. Di artikel ini kita akan ulas dan bahas pola hammer untuk trading forex.

Hammer adalah pola pembalikan arah naik (bullish reversal) yang terbentuk dalam sebuah trend turun. Saat harga sedang merosot, pola hammer memperlihatkan batas bawah sudah dekat dan harga akan kembali naik.

Syarat – syarat untuk pola Hammer
Syarat – syarat untuk pola Hammer adalah sebagai berikut:
- Terjadi di bottom dari downtren
- Warna Candlestick menunjukkan kenaikan jika kondisi sudah berwarna putih
- Warna  Candlestick  menunjukkan penurunan jika kondisi sudah berwarna hitam 


Kondisi
- Hammer sebaiknya tidak mempunyai shadow di atas atau tidak terlalu kelihatan
- Hammer harus mempunyai shadow di bawah dan panjangnya 2 – 3 kali panjang shadow
- Harus ada konfirmasi terjadi pelemahan atau penguatan

Pola bintang jatuh adalah pola pembalikan arah turun (bearish reversal) yang bentuknya mirip dengan palu terbalik, hanya saja pola ini terjadi pada saat tren harga naik. Bentuk polanya menunjukkan bahwa harga dibuka pada level yang dekat dengan "low" lalu mulai menguat selama beberapa saat tapi tertekan kembali sehingga ditutup pada harga yang dekat dengan level harga pembukaan.

Ini berarti pembeli terus berupaya masuk lebih jauh dan mendorong harga naik akan tetapi penjual mampu mengatasi tekanan dan mendesak harga kembali ke level pembukaan. Di sini tampak bahwa pembeli mulai kehilangan momentum untuk mempertahankan tren yang sebentar lagi penjual akan mengambil alih kontrol pasar untuk membuat trend berbalik arah.

Rabu, 22 Juli 2015

Binary.com Kembali Mendapatkan Penghargaan !

Kami sangat gembira mengumumkan bahwa Binary.com (sebelumnya dikenal sebagai BetOnMarkets.com) kembali menjadi salah satu nominator tahun ini pada UK Forex Awards 2015.
Kami mengundang Anda untuk memberi dukungan dengan memilih Binary.com (terdaftar di bagian voting sebagai BetOnMarkets) dalam kategori berikut ini:
  • Best Value Forex Broker (Broker Forex Terbaik)
  • Best Forex Trading Automation (Otomatisasi Trading Forex Terbaik)
  • Best Forex Customer Service (Customer Service Forex Terbaik)
  • Best Forex Research Reports (Laporan Penelitian Forex Terbaik)

Rabu, 03 Juni 2015

Prinsip Dasar Analisa Teknikal Trading Forex

Analisa teknikal dalam trading forex mempelajari tentang akibat dari pola pergerakan harga yang telah terjadi untuk memprediksi arah pergerakan harga selanjutnya. Trader yang mahir dan selalu menggunakan analisa teknikal disebut chartist atau technicalist. Seorang chartist cenderung mengabaikan alasan atau penyebab terjadinya pergerakan harga, dan hanya fokus pada akibat pergerakan yang baru terjadi. Trading chart dan berbagai indikator teknikal sangat dibutuhkan untuk membantu analisanya.
                                       

Ada 3 prinsip yang mendasari analisa teknikal dalam trading forex, yaitu:

1. Seluruh penyebab pergerakan harga telah dinyatakan dalam pola pergerakan harga itu sendiriFaktor pengaruh rilis data ekonomi, keadaan politik yang berubah, sentimen pasar dan juga perubahan jumlah permintaan dan penawaran telah direfleksikan oleh pola gerak harga dalam trading chart. Dalam memprediksi arah pasar, seorang chartist sejati hanya fokus pada pola pergerakan harga saat ini dan perubahan indikator teknikal, bukan pada apa yang akan terjadi akibat rilis berita tertentu.

2. Harga selalu bergerak mengikuti trend dengan batas-batas tertentu
Salah satu tujuan penting dari analisa teknikal adalah menentukan arah trend pergerakan harga yang akan datang, baik dalam jangka pendek, menengah maupun jangka panjang. Ada 3 keadaan arah trend, yaitu arah pergerakan harga yang akan cenderung tetap (trend continuation), arah pergerakan yang cenderung akan berbalik arah (trend reversal) dan pergerakan yang cenderung bergerak bolak-balik dalam range harga tertentu (sideways atau ranging).

Sebelum menerapkan indikator teknikal tertentu untuk mengetahui arah trend, chartist biasanya menarik garis yang menghubungkan harga-harga terendah atau harga-harga tertinggi, yang disebut dengan garis-garis trend (trend lines). Selain itu trend pergerakan harga akan terus berlanjut atau berbalik arah jika telah menyentuh, atau melewati (menembus) batas-batas harga tertentu yang disebut dengan level support dan resistance. Demikian juga jika harga bergerak sideways, penembusan level support atau resistance mengisyaratkan terjadinya keadaan trending.


Untuk mengetahui batas-batas harga tersebut, chartist menarik garis-garis support dan resistance yang dipercaya sebagai level-level harga yang merupakan permufakatan (consensus) dari para pelaku pasar. Selain level-level support dan resistance, batas-batas tersebut juga berupa angka psikologis atau level angka bulat yang sering digunakan sebagai acuan pelaku pasar.

3. Sejarah pola pergerakan harga akan selalu berulang (History repeats itself)
Chartist percaya bahwa pola pergerakan harga di masa lalu akan berulang dan bisa saja terjadi lagi saat ini. Makin sering suatu pola chart (chart pattern) terjadi maka semakin besar probabilitas kebenarannya. Pola pergerakan harga bisa juga berupa formasi bar candlestick dengan berbagai variasinya.

Teori-teori yang mendasari analisa teknikal dalam forex

Selain trend, pola chart dan formasi bar candlestick, analisa teknikal dalam forex juga didasarkan pada:
- Teori matematika, seperti dinyatakan dalam perhitungan indikator semisal Moving Average atau Oscillator
- Teori angka, seperti Fibonacci Retracement dan Gann Numbers
- Teori gelombang, seperti gelombang Elliot (Elliot wave)
- Teori gap (high, low, open, close)

Sumber : www.ac-markets.com

Rabu, 01 April 2015

Menyesuaikan Strategi Trading Dengan Modal Anda

Modal yang bisa disediakan oleh tiap trader berbeda-beda, sehingga jika ada pertanyaan berapakah jumlah modal yang tepat untuk trading mungkin agak sulit dijawab. Memang jelas untuk bisa membuat transaksi berukuran besar dibutuhkan modal yang besar pula. Namun trader juga perlu memiliki kepercayaan diri yang besar dan pengalaman yang matang. Beberapa trader memiliki banyak modal, sedangkan yang lain memiliki sedikit modal. Berikut adalah strategi yang mungkin sesuai dengan ukuran akun trading Anda:

Modal $0Dengan modal 0, apakah mungkin Anda bisa mendapatkan profit dari forex? Secara sekilas memang tidak bisa. Darimana Anda dapat melipatgandakan keuntungan jika modal saja tidak ada. Namun untuk mendapatkan keuntungan, Anda bisa memanfaatkan salah satu cara yang tentunya juga dengan usaha tapi tanpa menggunakan modal dari saku.


1. Bonus Deposit
Cukup banyak broker forex yang menawarkan bonus deposit, mulai dari $5 hingga $10 atau lebih, sebagai bagian dari promosi yang diharapkan bisa menarik klien baru.

2. Kontes Trading Gratis
Kontes trading gratis dapat menjadi solusi untuk membangun trading Anda. Beberapa broker menawarkan kontes trading pada account demo dengan hadiah uang cash yang bisa ditarik ataupun uang yang tidak bisa ditarik tetapi bisa dipakai untuk trading forex pada broker tersebut. Siapa saja, mulai dari pemula ataupun newbie dapat mengikutinya. Jika Anda beruntung, maka hadiah akan menanti. Jika tidak bisa menjadi juara, maka berlatihlah lagi dan lagi, lalu berikutnya mencoba lagi. Sampai suatu ketika keberuntungan menanti dan juara didapatkan. Salah satu perjuangan dalam memperoleh profit tanpa modal adalah dengan mencari kontes trading demo.

Modal $100 -$500Jumlah ini biasanya dianggap sebagai jumlah minimum deposit di suatu broker. Biasanya ukuran lot standar memiliki nilai volume 0.1. Tentu saja Anda harus mengambil risiko sedikit lebih besar untuk mendapatkan keuntungan. Namun bila Anda memiliki strategi yang teruji, akun Anda bisa tumbuh pesat. Salah satu strategi yang layak dicoba adalah scalping. Scalping memang sangat berisiko tetapi sangat menguntungkan. Scalping sangat cocok untuk account standar.



Modal $500 -$1000
Modal $500-$1000 cocok untuk trading jangka menengah, seperti day trader. Mereka yang sudah agak berpengalaman biasanya "naik kelas" dari scalping ke day trading. Gaya trading ini membutuhkan pengamatan akan tren yang lebih cermat dan pengetahuan mengenai kapan harus masuk pasar dan kapan sebaiknya menghindari pasar, seperti saat news release atau sejenisnya. Diperlukan juga pemahaman akan money management yang lebih baik.

Modal $1000-Tak Terbatas
Trader dengan modal besar memiliki kebebasan untuk memilih sistem tradingnya. Namun umumnya trader dengan modal sebesar ini adalah trader jangka panjang. Besarnya modal memungkinkan mereka untuk meraih keuntungan besar dari pembukaan posisi yang lebih sedikit, serta menjaga level risiko pada tingkat yang mudah dikendalikan.

Selain itu, sekarang banyak yang menawarkan EA atau robot trading, juga layanan seperti PAMM atau copy trading, dimana trader bermodal besar cukup menanamkan modal dan membeli layanan tersebut, lalu menikmati hasilnya. Namun, EA maupun copy trading tidak sempurna, dan perlu kontrol rutin. Sehingga untuk mengaplikasikan EA atau memilih layanan PAMM dibutuhkan pengetahuan mengenai forex trading. Oleh karena itu, cara ini akan lebih tepat diambil saat Anda sudah makan banyak asam-garam di dunia forex trading. 


sumber

Minggu, 07 Desember 2014

Indikator Yang Bisa Memprediksi Arah Trend Dalam Trading


Dalam perdagangan, semua trend bisa dikenali melalui berbagai macam cara. Salah satunya dengan memanfaatkan tool maupun indikator. Misalnya jika EUR/USD adalah 1.4224 dan bergerak ke 1.4180 kemudian 1.4090, maka pasar berada dalam trend turun. Letakkan perhatian Anda dan amati pergerakan harga saja. Dengan cara sederhana ini saja, Anda sudah bisa melihat pergerakan trend. Cara lain adalah dengan mendengarkan pasar. Dan indikator akan memberitahu Anda pergerakan pasar.

Di bawah ini adalah contoh indikator yang bisa memprediksi trend:

Moving Averages (MA)Memberi tahu Anda harga pada suatu titik waktu tertentu selama periode tertentu. Mereka disebut "bergerak" karena memberikan harga terbaru sambil menghitung rata-rata berdasarkan waktu pengukuran yang dipilih.

MACDMACD sebuah plot perbedaan antara exponential MA periode 26 dan exponential MA periode 12 hari, dengan 9 hari digunakan sebagai garis pemicu. Jika MACD ternyata positif ketika pasar masih mengalami down-trend, itu bisa menjadi sinyal beli yang kuat. Begitu pula sebaliknya. Jika MACD negatif ketika pasar masih berada dalam posisi up-trend, ini diartikan sinyal jual yang kuat.

Bollinger BandsBerupa pita yang terbentuk dari harga yang cenderung tetap antara pita atas dan bawah. Garisnya bisa melebar dan menjadi lebih sempit, tergantung pada volatilitas pasar pada saat itu. Sebuah sinyal jual akan terjadi bila rata-rata bergerak di atas Bollinger band dan sebaliknya untuk sinyal beli. Beberapa pedagang menggunakannya dalam hubungannya dengan RSI, MACD, CCI, dan Rate of Change.
Fibonacci RetracementTool ini akan menjelaskan siklus yang ditemukan di market. Ketika diterapkan pada analisis teknis ia dapat menemukan pergeseran trend pasar. Setelah harga naik sering kali harga kembali ke posisi semula. Support dan resitance sering terjadi di dekat level retracement Fibonacci.

Relative Strength Index (RSI)Berfungsi untuk mengukur aktivitas pasar dan melihat apakah kondisi saat itu overbought atau oversold. Ini adalah indikator utama sehingga membantu untuk menunjukkan apa yang pasar akan dilakukan.

Pedagang sukses umumnya akan menggunakan 3 atau 4 indikator untuk mendapatkan sinyal yang lebih pasti sebelum melakukan transaksi. Selalu ingat nasehat ini, "Jika ragu, jangan transaksi!". Analisis teknis tidak fokus dalam berita politik, profil ekonomi suatu negara, atau penawaran, dan permintaan fundamental. Jadi bila tidak ada dukungan dari sinyal, lebih baik dibiarkan saja.

Teknik analisis dapat membantu Anda mencari tahu berapa banyak uang, yang untuk dirisikokan pada perdagangan. Bagaimana dan kapan harus masuk pasar dan bagaimana untuk keluar perdagangan untuk mendapatkan keuntungan atau meminimalkan kerugian.


sumber