Selamat Datang Di Ruang Belajar Binary.me / Deriv.com - Di Sini Anda akan mendapatkan semua Tips dan Trik Menang Forex Binary - Deriv dari A sampai Z. Puaskan Keinginan Belajar Anda dan Bersiaplah untuk Meraih Mimpi mendapatkan Kebebasan Financial Yang Tidak Terbatas... !!!


 


Tampilkan postingan dengan label Tentang Analisa Teknikal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tentang Analisa Teknikal. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 Agustus 2010

Sulitnya Memahami Analisa Fundamental Dalam Trading

Menganalisa fundamental itu sulit. Kecuali bagi mereka yang sudah mahir mempelajari spesialisasi masalah fundamnetal. Nah, kalau mau mempelajari fundamental ini, Anda harus sabar dan pelan-pelan. Satu persatu, cari di internet apa yang Anda butuhkan, baca-baca dan temukan bahasan yang mudah dulu (kalau ada)ha ha ha ha ha. Kalau Anda anggap sulit semua, maka bahasan ini pun saya rasa juga sulit. Tetapi karena Anda butuh, toh Anda baca juga bahasan ini. Jadi saya menang ha ha ha ha.

Mereka yang berdagang di pasar valuta asing (valas) mengandalkan dua bentuk dasar analisis:: analisa fundamental dan analisa teknis. Penggunaan analisa teknis di forex: harga diasumsikan mencerminkan semua berita, dan grafik adalah objek analisis. Namun tidak seperti perusahaan, negara-negara tidak memiliki neraca, jadi bagaimana analisa fundamental dapat dilakukan pada mata uang? Hayo, sulit kan?

Analisa fundamental adalah tentang melihat nilai intrinsik dari suatu investasi, penerapannya dalam forex memerlukan melihat kondisi ekonomi yang mempengaruhi penilaian mata uang suatu negara. Di sini kita melihat beberapa faktor fundamental utama yang memainkan peran dalam pergerakan mata uang.

Indikator Ekonomi
Laporan indikator ekonomi yang dikeluarkan oleh pemerintah atau organisasi swasta suatu negara itu melaporkan kinerja ekonomi. Laporan ekonomi adalah sarana yang digunakan negara untuk mengukur secara langsung kesehatan ekonom negara tersebut. Tetapi ingat bahwa banyak faktor-faktor dan kebijakan akan mempengaruhi kinerja ekonomi suatu bangsa.

Laporan ini dirilis dijadwalkan dengan waktu, lalu dengan ketersediaan pasar terdapat indikasi apakah ekonomi suatu negara telah meningkat atau menurun. Anda mungkin mengenali beberapa laporan ekonomi, seperti angka pengangguran, statistik perumahan, dan lain-lain. Namun, setiap indikator melayani suatu tujuan tertentu, dan dapat berguna bagi pelaku pasar. Di sini kita menggariskan empat laporan utama, beberapa di antaranya dapat dibandingkan dengan indikator fundamental khusus yang digunakan oleh investor ekuitas:

The Gross Domestic Product (GDP)
GDP dianggap sebagai ukuran luas ekonomi suatu negara, dan ini menunjukkan total nilai pasar semua barang dan jasa yang dihasilkan di suatu negara selama tahun tertentu. Kebanyakan pedagang fokus pada dua laporan yang diterbitkan pada bulan-bulan sebelum akhir angka GDP: laporan kemajuan dan laporan awal. Revisi yang signifikan antara laporan-laporan ini dapat menyebabkan volatilitas. GDP agak analog dengan marjin laba kotor dari sebuah perusahaan publik bahwa mereka merupakan ukuran pertumbuhan internal.

Simple-nya begini: GDP itu mengukur nilai market barang-barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara, tanpa mempertimbangkan kebangsaan, perusahaan yang menghasilkan barang atau jasa tersebut. GDP terdiri dari 4 komponen utama yaitu: tingkat konsumsi, investasi, pembelian-pembelian oleh pemerintah, dan total bersih ekspor.

Dirilis per kuarter, angka data ini menunjukkan persentase pertumbuhan dari kuarter sebelumnya. Laporan GDP terbagi dalam 3 rilis:
1) advanced - rilis pertama;
2) preliminary - revisi pertama;
3) final - revisi kedua dan terakhir.
Revisi-revisi inilah yang biasanya berdampak signifikan bagi market.

Retail Sell
Data ini menghitung total penerimaan toko-toko ritel, tanpa memasukkan komponen pengeluaran untuk sektor jasa di dalamnya. Data bulanan ini menunjukkan persentase perubahan dari data bulan sebelumnya. Angka negatif menunjukkan jumlah penjualan menurun dari penjualan bulan sebelumnya. Pengukuran ini berasal dari sampel yang beragam toko ritel di seluruh bangsa. Retail Sales (penjualan ritel) sangat dicermati oleh ahli ekonomi dan investor. Indikator ini mengikuti nilai dollar dari barang dagang yang terjual didalam perdagangan ritel dengan mengambil sampel perusahaan yang melakukan bisnis menjual produk akhir kepada konsumen.

Transaksi yang dilakukan di tempat-tempat pembelanjaan atau pasar dan tempat ritel bukan toko (seperti surat katalog dan mesin penjual) digunakan dalam data sampelnya. Perusahaan dari semua ukuran digunakan dalam survei.
Data yang dirilis akan meng-cover penjualan dari bulan sebelumnya, membuat indikator ini memiliki kategori tepat waktu tidak hanya dari kinerja industri penting (konsumsi konsumen secara umum sebesar dua per tiga dari total GDP), tetapi juga aktivitas level harga secara keseluruhan.

Retail Sales dianggap sebagai indikator koinsiden, dimana aktivitas didalamnya mencerminkan keadaan ekonomi terkini. Juga dianggap sebagai sebuah indikator vital pra-inflasi, yang menciptakan minat terbesar dari pengamat pasar dan Conference Review board, yang mengikuti data untuk direktur Federal Reserve Board.


Dirilisnya retail sales dapat menyebabkan volatilitas pasar yang berada diatas rata-rata. Indikator ini dapat digunakan sabagai alat prediksi dari tekanan inflasi dan dapat membuat investor untuk berpikir ulang mengenai kemungkinan The Fed untuk menurunkan atau menaikkan suku bunga, tergantung dari arah trend aset utamanya.


Sebagai gambaran, kenaikan tajam pada ritel sales ditengah siklus bisnis mungkin akan diikuti oleh kenaikan suku bunga jangka pendek oleh The Fed dengan harapan mengurangi kemungkinan inflasi. Hal ini akan menyebabkan investor untk melakukan aksi jual pada obligasi (menyebabkan nilai yield naik), dan dapat menimbulkan masalah pada saham juga, dengan inflasi menyebabkan menurunnya cash flow masa yang akan datang untuk perusahaan.

Jika pertumbuhan retail sales berhenti atau melambat, hal ini berarti konsumen tidak melakukan pembelanjaan dibandingkan dengan bulan sebelumnya, dan dapat menjadi sinyal dari sebuah resesi karena peran signifikan dari konsumsi individu pada kesehatan ekonomi.
Salah satu hal terpenting bagi investor dalam melihat indikator ini adalah "angka konsensus". Pada umumnya pasar tidak terlalu menyukai kejutan, jadi sebuah figur yang berada diatas ekspektasi, bahkan ketika ekonomi sedang memiliki kinerja yang baik, dapat memicu aksi jual saham dan obligasi, dengan kekhawatiran inflasi akan berada diatas dari yang diperkirakan.

Perusahaan ritel pun akan bergerak fluktuatif dengan dirilisnya indikator ini. Data yang dirilis akan menunjukkan bagaimana kinerja penjualan dari semua sektor dalam ritel, membuat investor dapat sedikit melihat kekuatan relatif dari sebuah sektor dibandingkan dengan keseluruhan.

Retail Sales termasuk salah satu yang terbesar dari yang terbesar, sebuah laporan yang dapat mengurangi terangnya sebuah ekonomi. Indikator ini menyediakan informasi industri secara ditel dan dapat benar-benar menggerakkan pasar.

Investor mungkin lebih baik menunggu para analis untuk menyeleksi laporannya dengan mengeluarkan komponen yang memiliki fluktuasi tidak wajar, dan mengambil kesimpulan dari hasil seleksi tersebut. Untuk pemegang saham-saham ritel, melihat pertumbuhan sektor dapat menentukan kinerja relatif dari saham-saham tersebut. (sumber: http://www.census.gov/svsd/www/advtable.html)

Industrial Production

Laporan ini menunjukkan perubahan dalam produksi pabrik-pabrik, tambang dan utilitas dalam suatu negara. memuat laporan a 'kapasitas pemanfaatan', sampai sejauh mana kemampuan masing-masing pabrik ini sedang digunakan. Ini sangat ideal untuk sebuah bangsa untuk melihat peningkatan produksi sementara berada di maksimum atau mendekati kapasitas maksimum pemanfaatan.

Trader menggunakan indikator ini biasanya berkaitan dengan utilitas produksi, yang dapat tidak stabil karena industri utilitas, dan pada gilirannya perdagangan dan permintaan energi sangat dipengaruhi oleh perubahan cuaca. Revisi yang signifikan antara laporan yang dapat disebabkan oleh perubahan cuaca, yang pada gilirannya, dapat menyebabkan volatilitas dalam mata uang bangsa.

Consumer Price Index (CPI)
CPI adalah ukuran dari perubahan dalam harga-harga barang-barang konsumen di lebih dari 200 kategori yang berbeda. Laporan ini, bila dibandingkan dengan ekspor suatu negara, dapat digunakan untuk melihat apakah suatu negara membuat atau kehilangan uang pada produk dan jasa.

Beberapa indikator utama lainnya adalah:
Personal Consumption Expenditures — PCE
Kurang lebih sama dengan CPI, PCE adalah laporan (lebih tepatnya bagian dari laporan Personal Income) yang dirilis oleh Biro Analisa Ekonomi Departemen Perdagangan. PCE mengukur tingkat perubahan harga barang-barang dan jasa. Komponen data ini terdiri dari pengeluaran-pengeluaran rumahtangga kontan maupun kredit untuk semua jenis barang baik tahan lama, tidak tahan lama, maupun jasa.

Purchasing Managers’ Index (PMI)
PMI merupakan indeks gabungan dari lima indikator utama, yang meliputi unsur: Order, Tingkat Persediaan, Produksi, Pengiriman, dan Tenaga Kerja. Angka indeks di atas 50 berarti industri mengalami ekspansi, di bawah 50 berarti mengalami kontraksi. Indeks ini dinilai sebagai indikator penting dan dianggap indikator terbaik dalam mengukur tingkat produksi. Indeks ini juga dapat mendeteksi tekanan inflasi dan aktivitas perindustrian.

Producer Price Index (PPI)
Adalah sekumpulan indeks yang menghitung tingkat perubahan harga jual barang dan jasa pada periode waktu tertentu yang diterima oleh para produsen domestik. Singkatnya, PPI mengukur tingkat perubahan harga dari perspektif penjual. Tidak sebagus CPI dalam mengindikasi tekanan inflasi. Tetapi karena memasukkan komponen barang-barang yang sedang dalam proses produksi, PPI seringkali dapat sekaligus memperkirakan CPI.
Jadi?

Berikut adalah beberapa tips berguna yang dapat membantu Anda ketika melakukan analisa fundamental di pasar valuta asing:

* Simpanlah kalender ekonomi di tangan yang berisi daftar indikator dan ketahui ketika dijadwalkan akan dirilis
* Ketahui ekspektasi pasar untuk data, dan kemudian perhatikan apakah harapan terpenuhi. Yang jauh lebih penting daripada data itu sendiri. Kadang-kadang, ada perbedaan drastis antara harapan dan hasil aktual, jika ada maka harus menyadari kemungkinan pembenaran untuk perbedaan ini.
* Jangan bereaksi terlalu cepat terhadap berita. Sering kali, angka yang dirilis dan kemudian direvisi, dan hal-hal yang dapat berubah dengan cepat. Perhatikan revisi ini, karena mungkin menjadi alat yang berguna untuk melihat trend dan bereaksi lebih akurat untuk laporan forecase.

Kesimpulan
Ada banyak indikator ekonomi yang dapat digunakan untuk mengevaluasi dasar-dasar forex. Sangat penting untuk meluangkan waktu tidak hanya melihat angka-angka, tetapi juga mengerti apa yang dimaksud dan bagaimana mereka mempengaruhi ekonomi suatu negara. Ketika digunakan dengan tepat, indikator ini dapat menjadi sumber daya berharga untuk setiap trader.

Anda sudah berani bahwa menganalisa fundamental itu mudah? Saya akan berguru kepada Anda!

 
 
ANDA PERNAH LOSS (RUGI) DALAM TRADING FOREX DAN INDEX SAHAM??? ATAU ANDA BARU MAU BELAJAR FOREX DAN INDEX SAHAM???
SILAHKAN HUBUNGI CUSTOMER SUPPORT KAMI, KARENA KAMI PUNYA SOLUSINYA DAN SIAP MEMBANTU ANDA......!!!


LAYANAN SMS DAN TELP DI NOMOR 087833835580

LAYANAN YM DAN EMAIL : consultanforex@yahoo.com

EMA dan SMA

Sekarang saya bahas sedikit tentang indikator moving average, yang mana akan memudahkan Anda belajar tentang inidkator ini. Pertama, mari kita mulai dengan exponential moving average. Ketika Anda menginginkan moving average bereaksi dengan cepat terhadap pergerakan harga, maka sebuah EMA dengan periode yang pendek adalah pilihan yang bagus. EMA ini akan membantu Anda menangkap trend yang terjadi lebih awal, yang akan menghasilkan profit lebih tinggi. Karena dengan lebih awal Anda menangkap trend, semakin lama Anda bisa mengikuti trend tersebut dan menyapu bersih profit yang ada.

Kekurangannya adalah apabila terjadi moving average yang berombak, Anda bisa tertipu. Karena moving average merespon pergerakan harga terlalu cepat, Anda fikir sebuah trend sedang terbentuk, padahal sebenarnya itu hanyalah sebuah kejutan harga.
Sebaliknya dengan simple moving average. Ketika Anda menginginkan moving average yang lebih mulus dan lebih lambat merespon pergerakan harga, maka SMA dengan periode yang panjang menjadi pilihan yang tepat.

Walaupun lebih lambat merespon pergerakan harga, ini akan menghindarkan Anda dari sinyal-sinyal yang salah. Kekurangannya adalah SMA ini akan membuat Anda ketinggalan banyak trading yang sebenarnya adalah trading yang menghasilkan profit banyak.

EMA:
Kelebihan: Bergerak lebih cepat. Bagus dalam memberikan swing harga terkini.
Kekurangan: Cenderung menyebabkan Anda tertipu dan memberikan sinyal yang menyimpang.

SMA:
Kelebihan: Menampilkan chart yang mulus, dan mengeliminir sinyal yang salah.
Kekurangan: Pergerakannya lambat yang menyebabkan telat dalam memberikan sinyal buy dan atau sell.

Jadi mana yang lebih baik? Semuanya tergantung Anda. Banyak trader yang memakai beberapa moving averages yang berbeda untuk memberikan gambaran dari kedua sisi. Mereka bisa menggunakan simple moving average dengan periode panjang untuk mencari tahu trend secara keseluruhan, dan kemudian menambahkan dengan exponential moving average periode pendek untuk mencari tahu kapan wakt uterbaik untuk memasuki trading.

Banyak sistem trading dibuat dengan sebutan “Moving Average Crossovers”. Nantinya kita akan bahas bagaimana menggunakan moving averages sebagai bagian dari sistem trading Anda.

Untuk sementara ini, buka chart dan mulai menggunakan beberapa moving averages. Coba bermacam-macam tipe dan gunakan periode yang berbeda-beda. Seiring waktu, Anda akan mengetahui moving averages yang mana cocok untuk Anda. Oke?
 
 
ANDA PERNAH LOSS (RUGI) DALAM TRADING FOREX DAN INDEX SAHAM??? ATAU ANDA BARU MAU BELAJAR FOREX DAN INDEX SAHAM???
SILAHKAN HUBUNGI CUSTOMER SUPPORT KAMI, KARENA KAMI PUNYA SOLUSINYA DAN SIAP MEMBANTU ANDA......!!!


LAYANAN SMS DAN TELP DI NOMOR 087833835580

LAYANAN YM DAN EMAIL : consultanforex@yahoo.com

Fungsi Indicator Forex Yang Paling Sering Digunakan

Kita akan belajar indikator trading forex dan fungsinya. Apapun yang Anda pelajari tentang trading adalah seperti tool yang ditambahkan ke dalam toolbox trader Anda. Tool Anda akan memudahkan Anda untuk membangun akun trading Anda. Disini akan saya sedikit uraikan tentang fungsi indikator forex populer di telinga kita.

Kita mulai saja belajar indikator trading forex, Bro!

Bollinger Bands
• Digunakan untuk mengukur tingkat volatilitas pasar.
• Indikator ini bekerja seperti level mini support dan resistance.
• Bollinger Bounce.
  1. Sebuah strategi yang ide utamanya adalah bahwa harga cenderung selalu kembali ke bagian tengah dari Bollinger Bands
  2. Anda membeli ketika harga menyentuh bagian bawah Bollinger band.
  3. Anda menjual ketika harga menyentuh bagian atas Bollinger band.
  4. Sangat baik digunakan ketika dalam kondisi ranging market.
• Bollinger Squeeze
  1. Sebuah strategi yang digunakan untuk dapat mengenali lebih awal kondisi breakout
  2. Ketika Bollinger bands berbentuk “squeeze”, artinya pasar dalam kondisi sepi, dan breakout akan segera terjadi. Ketika breakout terjadi, kita masuk ke dalam trading dalam kondisi harga apapun.
 
MACD
• Digunakan untuk mengenali trend sedini mungkin dan juga dapat membantu kita untuk menentukan spot trend reversal.
• MACD memiliki 2 moving averages (1 cepat, 1 lambat) dan garis vertikal yang disebut histogram, yang mengukur jarak antara 2 moving averages.
• Tidak seperti yang ditafsirkan oleh banyak orang, garis moving average bukanlah moving averages dari harga. Itu merupakan moving averages dari moving averages lainnya.
• Kelemahan MACD adalah keterlambatannya (lag) karena menggunakan banyak moving averages.
• Satu cara untuk menggunakan MACD adalah menunggu garis yang cepat untuk menyilang di atas atau menyilang di bawah garis lambat dan masuk ke dalam trading berdasarkan hal ini karena ini merupakan sinyal untuk terjadinya trend baru.

Parabolic SAR
• Indikator ini dibuat untuk menentukan trend reversal; maka dari itu dinamakan Parabolic Stop And Reversal (SAR).
• Ini merupakan indikator yang paling mudah untuk digunakan karena hanya memberikan sinyal bullish dan bearish.
• Ketika dot berada pada bagian atas candle, ini merupakan sinyal jual.
• Ketika dot berada pada bagian bawah candle, ini merupakan sinyal beli.
• Indikator ini bagus digunakan pada trending market yang memiliki rally panjang dan kecenderung untuk turun.

Stochastics
• Digunakan untuk mengetahui kondisi overbought dan oversold.
• Ketika garis moving average di atas 80, artinya market dalam kondisi overbought dan kita cari posisi yang baik untuk jual.
• Ketika garis moving average di bawah 20, artinya market dalam kondisi oversold dan kita cari posisi yang baik untuk beli.

Relative Strength Index (RSI)
• Sama dengan stochastics yang mengindikasikan kondisi overbought dan oversold.
• Ketika RSI di atas 70, artinya market dalam kondisi overbought dan kita seharusnya mencari posisi jual.
• Ketika RSI di bawah 30, artinya market dalam kondisi oversold dan kita cari posisi beli.
• RSI juga dapat digunakan untuk mengkonfirmasi formasi trend. Jika Anda pikir trend sedang terbentuk, tunggu sampai RSI di atas atau di bawah 50 (tergantung Anda, apakah mencari uptrend atau downtrend) sebelum Anda masuk ke dalam trading.

Setiap indikator memiliki kelemahan. Karena itulah trader mengkombinasikan banyak indikator. Seiring perjalanan Anda sebagai trader, Anda akan belajar indikator mana yang Anda sukai dan cocok dengan Anda. Kombinasikan indikator-indikator tersebut sesuai dengan trading style Anda.

Sudah banyak yang Anda pelajari dari albachtimi.com, sangat baik apabila Anda membaca kembali hal-hal yang belum Anda pahami. Terkadang hanya butuh beberapa saat untuk membaca kembali untuk memahami suatu hal.
 
 
ANDA PERNAH LOSS (RUGI) DALAM TRADING FOREX DAN INDEX SAHAM??? ATAU ANDA BARU MAU BELAJAR FOREX DAN INDEX SAHAM???
SILAHKAN HUBUNGI CUSTOMER SUPPORT KAMI, KARENA KAMI PUNYA SOLUSINYA DAN SIAP MEMBANTU ANDA......!!!


LAYANAN SMS DAN TELP DI NOMOR 087833835580

LAYANAN YM DAN EMAIL : consultanforex@yahoo.com

Cara Kerja Moving Average

Salah satu indicator yang paling popular dan banyak digunakan selama aktivitas trading adalah Moving Average atau MA. Banyak diantara pelaku trading baru yang menggunakan MA ini berdasarkan saran dari para pendahulunya. Biasanya para pendahulu ini hanya akan memberikan suatu formula penggabungan MA dari beberapa periode yang berbeda, tanpa ada penjelasan lebih jauh mengenai MA itu sendiri. Umumnya para pendahulu ini akan memberikan petunjuk jika MA saling memotong maka itu adalah signal untuk entry market atau sebaliknya exit market.

Nah bagi anda yang selama ini hanya sekedar mengikuti petunjuk dari para pendahulu, saya akan mengajak anda untuk sedikit mengenal apa itu sebenarnya MA.

Moving Average adalah rata rata harga saham, forex atau produk tertentu dalam jangka waktu tertentu. Jadi 10 hari MA merupakan rata rata harga dalam 10 hari terakhir. Dalam penerapannya di chart forex yang kita gunakan, jika gunakan periode 5, maka itu merupakan harga rata rata dari 5 candle terakhir.

MA terutama digunakan untuk mengidentifikasi atau mendefinisikan trend. Semakin besar periode yang kita gunakan missal MA 100 atau 200 maka semakin panjang pula trend nya (long term). Sebaliknya semakin pendek peride MA yang kita gunakan maka akan semakin pendek pula trend yang teridentifikasi (short term). Prinsip dasar menggunakan MA sebagai penentu trend adalah, ketika harga berada di atas MA, maka itu adalah uptrend. Sebaliknya, harga berada di bawah MA, itu berarti downtrend. Namun penting untuk diperhatikan periode dari MA yang digunakan. Karena bisa saja di periode kecil (short term) telah menunjukkan downtrend, namun periode besar (long term) nya masih menunjukkan uptrend.

Signal perubahan trend pada MA adalah crossover. Ketika harga berpindah dari atas MA ke bawah MA berarti down trend dan sebaliknya. Signal perubahan trend juga dapat diketahui dari persilangan 2 MA dengan periode yang berbeda. Ketika MA dengan periode lebih kecil bersilangan di atas MA dengan periode lebih besar itu berarti uptrend, dan sebaliknya. Selain menunjukkan trend, MA juga dapat digunakan sebagai garis support dan resisten

Hal penting yang perlu diingat dalam penggunaan MA adalah sifat MA sebagai indicator lagging. Semakin besar periode MA, maka semakin besar lag-nya. Ini berarti tanda perubahan trend pada MA periode besar lebih lambat dari perubahan harga sesungguhnya. Hal lain yang juga tidak kalah penting, MA bekerja baik pada periode trend. Di luar periode trend atau sideways, akan menampakkan banyak whipsaw atau pola gergaji di sekitar MA dan banyak menghasilkan signal yang keliru.
Terakhir, strategi trading yang dibuat dengan menggunakan MA memerlukan indicator tambahan untuk menutup kekurangan dari MA ini.

Anda bisa menggunakan trend line dan strategi pivot untuk memastikan kekuatan MA ini, atau indikator-indikator kepercayaan Anda. Terserah Anda...
Anda punya ide yang lebih menarik?
 
 
ANDA PERNAH LOSS (RUGI) DALAM TRADING FOREX DAN INDEX SAHAM??? ATAU ANDA BARU MAU BELAJAR FOREX DAN INDEX SAHAM???
SILAHKAN HUBUNGI CUSTOMER SUPPORT KAMI, KARENA KAMI PUNYA SOLUSINYA DAN SIAP MEMBANTU ANDA......!!!


LAYANAN SMS DAN TELP DI NOMOR 087833835580

LAYANAN YM DAN EMAIL : consultanforex@yahoo.com

Cara Memahami Analisa Dalam Trading Forex Dan Index Saham

Ada seorang trader pemula bertanya kepada saya, forex kok lama-lama bikin pusing ya? ada analisa teknikal, analisa fundamental, ada news, ada support resistance, ada bullish bearish dan tetek bengek lainnya. Anda juga tanya demikian? Untuk para master trader, para senior, lewati saja artikel ini...

 
Analisa Teknikal (Grafik)
Analisa teknis adalah suatu metoda meramalkan pergerakan harga dengan memperhatikan data yang semata-mata market-generated. Menggunakan data dari pasar tertentu adalah paling umum dalam jenis informasi yang dianalisa oleh suatu teknisi, meskipun demikian akan juga menyimpan dan mengamati secara seksama volume dan membuka minat pada masa depan kontrak.

Dasar-dasar analisa teknikal yang sering digunakan oleh para trader/pialang/pelaku pasar Forex :

Trend, pergerakan harga mata uang dengan menunjukkan suatu kecenderungan arah pergerakan – up, down, or flat.
  • Bullish vs Bearish : Bullish, berasal dari kata ‘Bull’ atau sapi jantan, menunjukkan indikasi pergerakan harga untuk bergerak up atau naik Bearish, berasal dari kata ‘Bear’ atau beruang, menunjukkan indikasi pergerakan harga untuk bergerak down atau turun.
  • Support & Resistance : Support, area harga di mana ditemukan bahwa sulit harga pasar untuk menembus lebih rendah. Resistance, area harga di mana ditemukan bahwa sulit harga pasar untuk menembus lebih tinggi.


Analisa Fundamental (News/Berita)
Analisa pokok berita memusat pada bidang ekonomi, sosial, politik dan perang yang dapat memacu adanya suatu permintaan dan penawaran. Analis yang pokok memperhatikan berbagai indikator yang macroeconomic seperti daftar biaya pengiriman barang-barang pertumbuhan ekonomi, tingkat bunga, inflasi, dan pengangguran.

Bagaimanapun, anda akan harus sampai pada suatu metoda yang tepat seperti bagaimana terbaik untuk menterjemahkan informasi ini ke dalam masukan dan poin-poin jalan keluar tertentu dalam strategi transaksi Forex.

Harga mata uang mencerminkan keseimbangan permintaan dan penawaran untuk mata uang. Dua faktor yang utama yang mempengaruhi permintaan dan penawaran adalah tingkat bunga dan keseluruhan kekuatan ekonomi. Indikator yang ekonomi seperti GDP, investasi asing, dan saldo/timbangan perdagangan mencerminkan kesehatan yang umum dari suatu ekonomi, oleh karena itu, bertanggung jawab untuk mendasari permintaan dan penawaran pergeseran dalam untuk mata uang itu.

Bagi pedagang Forex, berita adalah semua hal yang membuat suatu negeri berdetak. Dari tingkat bunga dan kebijakan bank sentral ke bencana yang alami, berita adalah suatu campuran yang dinamis dari rencana yang terpisah, perilaku yang tak menentu dan peristiwa yang tak terduga. Oleh karena itu, cara terbaik untuk mendapatkan suatu berita paling berpengaruh adalah untuk merumuskan secara menyeluruh semua ” Fundamentals” atau berita yang ada.
 
 
ANDA PERNAH LOSS (RUGI) DALAM TRADING FOREX DAN INDEX SAHAM??? ATAU ANDA BARU MAU BELAJAR FOREX DAN INDEX SAHAM???
SILAHKAN HUBUNGI CUSTOMER SUPPORT KAMI, KARENA KAMI PUNYA SOLUSINYA DAN SIAP MEMBANTU ANDA......!!!


LAYANAN SMS DAN TELP DI NOMOR 087833835580

LAYANAN YM DAN EMAIL : consultanforex@yahoo.com

Minggu, 15 Agustus 2010

Sepuatar Analisa Teknikal Untuk Forex Dan Index Saham

Analisa Teknikal (technical analysis) adalah salah satu analisis atau metode pendekatan yang mengevaluasi pergerakan suatu harga saham, valas, kontrak berjangka (future contract), indeks dan beberapa instrumen keuangan lainnya.

Para analis teknikal melakukan penelitian yang mendasar terhadap pola pergerakan harga komoditi yang berulang dan dapat diprediksi. Bahkan analisis teknikal bisa juga diartikan sebagai suatu studi utama mengenai harga, termasuk besarnya (volume) dan posisi terbuka (open interest).

Jadi pada intinya analisis teknikal merupakan analisis terhadap pola pergerakan harga di masa lampau dengan tujuan untuk meramalkan pergerakan harga di masa yang akan datang. Analisis teknikal ini sering juga disebut dengan chartist karena para analisisnya melakukan studi dengan menggunakan grafik (chart), dimana mereka berharap dapat menemukan suatu pola pergerakan harga sehingga mereka dapat mengeksploitasinya untuk mendapatkan keuntungan.

Dalam analisis teknikal, memprediksikan pergerakan harga forex sama seperti memprediksi pergerakan harga komoditi karena para analis hanya melihat faktor grafik dan volume transaksi saja.

PRINSIP DASAR ANALISIS TEKNIKAL
Ada tiga prinsip yang digunakan sebagai dasar dalam melakukan analisis teknikal, yaitu :
1. Market Price Discounts Everything
Yaitu segala kejadian-kejadian yang dapat mengakibatkan gejolak pada bursa valas secara keseluruhan atau harga mata uang suatu negara seperti faktor ekonomi, politik fundamental dan termasuk juga kejadian-kejadian yang tidak dapat diprediksi sebelumnya seperti adanya peperangan, gempa bumi dan lain sebagainya akan tercermin pada harga pasar.

2. Price Moves in Trend
Yaitu harga valuta asing akan tetap bergerak dalam satu trend. Harga mulai bergerak ke satu arah, turun atau naik. Trend ini akan berkelanjutan sampai pergerakan harga melambat dan memberikan peringatan sebelum berbalik dan bergerak ke arah yang berlawanan.

3. History Repeats It Self
Karena analisis teknikal juga menggambarkan faktor psikologis para pelaku pasar, maka pergerakan historis dapat dijadikan acuan untuk memprediksi pergerakan harga di masa yang akan datang. Pola historis ini dapat terlihat dari waktu ke waktu di grafik. Pola-pola ini mempunyai makna yang dapat diinterprestasikan untuk memprediksi pergerakan harga.

Beberapa Indikator yang digunakan dalam Analisa Teknikal
Support & Resistance
Adalah tingkat ketahanan harga yang bergerak antara bullish (uptrend) dan bearish (downtrend). Bullish mendorong harga-harga naik, dan bearish menurunkannya. Penunjuk harga pada dasarnya bergerak menunjukkan sampai seberapa jauh harga bergerak naik atau turun.

Support and Resistance Levels
Support adalah tingkat tahanan harga dibawah harga pasar saat itu, dimana buying interest seharusnya bisa menguasai tekanan penjualan dan mempertahankan harga agar tidak jatuh.

Resistance adalah tingkat tahanan harga diatas harga pasar saat itu, dimana tekanan penjualan seharusnya cukup kuat untuk menguasai tekanan pembelian dan mempertahankan agar tdak terlalu tinggi.

Ketika investor mengharapkan perubahan, seringkali mereka lakukan dengan tiba-tiba. Catatan: breakout diatas level resistance disertai dengan peningkatan yang signifikan di volume tersebut.

Perkembangan level support dan resistance kemungkinan merupakan kejadian yang paling nyata dan terukur di chart harga. Penetrasi level support/resistance bisa dipicu oleh perubahan fundamental diatas atau dibawah ekspektasi investor (contohnya: perubahan pendapatan, manajemen, kompetisi dll.) atau oleh self-fullfilling prophecy (investor melakukan pembelian saat harga naik). Penyebabnya tidak sesignifikan seperti efek new expectations yang menuntun pada level harga baru.

Supply and demand
Tidak ada yang misterius mengenai support dan resistance: merupakan supply dan demand klasik. Mengingat kembali class ‘Econ 101′, garis supply/demand menunjukkan bahwa supply dan demand akan berada pada harga yang diberikan.

Garis supply menunjukkan quantity (seperti: jumlah saham) dimana penjual akan melakukan aksi pada harga yang diberikan. Ketika harga naik, quantity penjual juga meningkat saat itu sehingga banyak investor ingin menjual pada harga tertinggi tersebut. Garis demand menunjukkan jumlah saham dimana pembeli ingin membeli pada harga yang diberikan. Ketika harga naik, quantity pembeli menurun saat itu sehingga sedikit investor yang mau membeli pada harga yang tinggi.

Pada harga yang diberikan, chart supply/demand menunjukkan berapa banyak pembeli dan penjual. Di pasar terbuka, garis ini secara berkala berubah-ubah. Ekspektasi investor dapat berubah dan juga harga yang ditunjukkan antara pembeli dan penjual masuk akal. Breakout diatas level resistance merupakan bukti upward shift pada garis permintaan dimana lebih banyak pembeli ingin membeli pada harga tinggi. Sama dengan kegagalan support level menunjukkan bahwa garis supply telah berubah downward.

Fondasi dari perangkat technical analis berdasarkan konsep supply/demand. Chart harga-harga untuk instrument financial memberikan kita penglihatan yang lebih terhadap kegiatan ini.

Traders’ remorse
Mengikuti penetrasi level support/resistance, sangat umum bagi trader untuk mempertanyakan level harga terbaru. Contohnya, setelah breakout diatas resistance level, pembeli dan penjual bisa mempertanyakan validitas harga baru dan memutuskan menjual. Hal ini menciptakan fenomena yang disebut “traders remorse” dimana harga-harga kembali ke level support/resistance mengikuti breakout harga.

Price action karena periode remorse adalah krusial. 1 dari 2 hal bisa terjadi. Apakah itu consensus dari ekspektasi dimana harga baru tidak bisa dijamin , dalam hal ini harga-harga akan bergerak mundur ke level sebelumnya; atau investor akan menerima harga baru, dalam hal ini harga-harga akan terus bergerak searah penetrasi. Jika mengikuti trader’s remorse, consensus ekspektasi terhadap harga terbaru yang lebih tinggi tidak dijamin, “bull trap” (atau false breakout) klasik tercipta.

Sentiment yang sama menciptakan bear trap. Harga-harga jatuh dibawah level support sangat lama agar downtrend berkurang (atau sell short) dan kemudian bounce back diatas level support meninggalkan downtrend.

Cara yang paling baik untuk quantify ekspektasi mengikuti breakout adalah dengan mengasosiasikan volume dengan breakout harga. Jika harga-harga menembus level support/resistance dengan peningkatan yang besar pada volume dan periode trader’ remors relative low volume, hal ini menunjukkan ekspektasi baru akan terjadi (minoritas investor akan salah bertindak).

Sebaliknya, jika breakout pada volume moderat dan periode “remorseful” sedang dalam level peningkatan, hal ini menunjukkan sedikit sekali ekspektasi investor berubah dan kembali ke ekspektasi aslinya. Resistance menjadi support. Ketika level resistance berhasil ditembus, levelnya berubah menjadi level support.

Resistance becomes support
Satu dari dua hal yang akan terjadi ketika harga instrument financial mendekati level support/resistance. Di satu sisi, hal tersebut dapat bereaksi sebagai reversal point. Dengan kata lain, ketika harga saham jatuh ke level support, harga akan naik kembali. Sementara di sisi lain level support/resistance akan bergerak balik saat penetrasi.

Contohnya, ketika harga pasar jatuh dibawah level support, level support sebelumnya akan menjadi level resistance sementara pasar kemudian kembali ke level sebelumnya.

TREND LINES
Konsep trend sangat esensial pada pendekatan technical terhadap analisis pasar. Semua perangkat yang digunakan oleh chartist- level support dan resistance, price pattern, moving averages dan trend lines dan sebagainya- memiliki tujuan dasar dalam membantu mengukur trend pasar untuk tujuan berpartisipasi dalam trend tersebut.

Trend Lines: Uptrend and Downtrend
TREND MEMILIKI 3 ARAH
Kebanyakan orang selalu berfikir pasar selalu mengenai uptrend atau downtrend. Faktanya adalah pasar bergerak dalam 3 arah: keatas, kebawah, dan flat. Sangat penting dikenal perbedaan ini agar paling tidak pada saat yang ketiga, harga-harga bergerak flat atau datar. Tipe flat ini mencerminkan periode keseimbangan dalam level harga dimana kekuatan supply dan demand dalam kondisi relative stabil. Hal ini mendefinisikan trend gerakan menyamping (sideways trend) sebagai trendless market.

Tipe perubahan ini selalunya tidak konstan, berdasarkan berita dan rumor. Perubahan seperti ini akan menciptakan trap pada bullish atau bearish market.

Ada 3 keputusan dalam menghadapi trader – apakah akan long (beli), short (jual) atau tidak melakukan apa-apa terhadap pasar. Ketika pasar naik, strategi pembelian sangat disarankan. Ketika jatuh, pendekatan kedua sangat tepat. Walau bagaimanapun, ketika pasar bergerak kesamping, pilihan ketiga-keluar dari pasar-biasanya merupakan keputusan yang bijak.

Anda bisa melihat grafik, dengan merubah hari, atau minggu sebagai frame waktu, chartist sebaiknya memutuskan arah dan durasi trend. Pasar dibentuk dari berbagai jenis trend, dan pengenalan dari trend ini akan sangat menentukan sukses atau tidaknya investasi jangka panjang/pendek.

Moving Averages
Moving Averages adalah salah satu teknikal indicator serba guna dan yang paling umum digunakan, karena cara terbentuknya dan fakta bahwa sangat mudah dihitung dan di uji. Moving Averages adalah basis sistem untuk banyak trend mechanical. Pada dasarnya trend yang mengikuti pasar, oleh karena itu hanya memberitahukan kepada kita trend yang terjadi setelah fakta.

Moving Average, MA
Untuk mengetahui pergerakan selama 50 hari pada penutupan harga, harga selama 50 hari kebelakang ditambahkan keatas dan totalnya dibagi 50. Istilah bergerak/moving digunakan karena hanya harga selama 50 hari yang digunakan pada kalkulasi, untuk itu the body of the data di rata-ratakan bergerak maju setiap hari perdagangan baru.

Catatan, average yang bergerak tidak bisa dihitung sebelum memiliki data periode “n”. Contohnya , kita tidak bisa menampilkan average pergerakan selama 50 hari sebelum hari ke 50 dari chart.

Moving Averages yang paling umum adalah average hari 20,30,50,100 dan 200. Setiap Moving Average menyediakan interpretasi yang berbeda terhadap apa yang akan dilakukan instrument harga. Tidak selalu hanya ada satu frame waktu. Moving Averages dengan time span yang berbeda-beda menceritakan cerita yang berbeda-beda. Semakin pendek time span, semakin sensitive Moving Averege terhadap perubahan harga. Semakin panjang time span, sedikit sensitive atau semakin lembut Moving Average. Moving Averages digunakan untuk menegaskan arah trend dan kelembutan harga dan fluktuasi volume atau “noise” yang bisa membingungkan interpretasi.
Beberapa tipe Moving averages didalam chart:
  • Simple Moving Average (SMA)
  • Exponential Moving Average (EMA)
  • Smoothed Moving Average (SMMA)
  • Linear Weighted Moving Average (LWMA)